1434 Hijriyah

Diposting oleh Knisa Nurimanita di 06.42 0 komentar

<![endif]-->

Waktu terus menerus berlalu. Layaknya umur yang terus menerus berkurang bukan bertambah. Tak terasa penghujung tahun terlewati. Menyambut tahun baru tidak hanya dilakukan di awal saja, lebih-lebih seharusnya terus memperbaiki diri dan memotivasi diri untuk tetap dan selalu melakukan hal yang terbaik dan benar.


Lebah Madu Edisi III

Diposting oleh Knisa Nurimanita di 06.16 0 komentar

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barang siapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran hendaklah ia mengubah dengan tangannya; jika tidak mampu, maka dengan lisannya; jika ia masih tidak mampu, maka dengan hatinya dan itu adalah selemah-lemahnya  iman (HR. Muslim)



“ Ber-tadhliyyah untuk Dakwah ?? “
“Why Not ?“



                Banyaknya ujian dalam perjalanan dakwah juga pasti akan dialami oleh setiap pejuang dakwah. Rasulullah bahkan merasakan ujian itu begiu sangat beratnya. Difitnah, dilempari kotoran, diboikot selama tiga tahun lamanya, diusir dari tanah kelahirannya, dimusuhi dan diperangi. Karena memang begitulah kaidahnya, musuh-musuh dakwah tak akan pernah membiarkan dakwah berjalan dengan tenang. Waraqah bin Naufal pernah berkata kepada Muhammad Saw yang saat itu baru saja mendapatkan wahyu yang pertama kali, “siapapun lelaki yang datang membawa seperti apa yang engkau bawa pasti akan dimusuhi oleh mereka.” Dan kaidah ini juga akan berlaku pada para pejuang dakwah sebagai pewaris tugas kenabian.
            Para pejuang dakwah kadangkala merasa kesepian, karena tak banyak manusia yang mau menempuh jalan dakwah ini, disebabkan medannya yang terjal, berkelok-kelok, penuh rintangan dan tidak mudah dilalui.
            Apakah ada orang yang rela menempuh jalan seperti itu dan ada pulakah yang rela mengemban tugas berat sebagai pewaris jalan Nabi. Ketika dunia manusia telah menawarkan sebuah kekayaan yang besar, kefanaan yang melenakan dan kenikmatan kenikmatan yang melimpah ruah serta dapat dicapai dengan cara yang instan. Apakah ada yang mau ?? Dan apakh ada yang berani ?? Jawabannya, iya ada. Mereka adalah kita yaitu para Aktivis Dakwah.

            Kita para aktivis dakwah adalah manusia yang berani dan bertahan dalam medan seperti ini. Kita adalah manusia yang memiliki daya tahan prima, siap berkorban, memiliki keberanian dan obsesi yang tinggi. Kita adalah generasi yang siap terasing dari hingar bingar gegap gempita dunia dan memilih menapaki jalan yang pernah ditempuh oleh manusia-manusia besar yang telah dikenang oleh sejarah. Agama ini memang lahir dari keterasingan dan akan kembali dalam keterasingan, begitu sabda Rasul.
            Walau demikian, yang harus selalu kita ingat adalah segala kesulitan dalam perjalanan dakwah akan selalu berakhir dalam kebahagiaan. Diganjar oleh Allah dengan pahala yang berlipat-lipat. Karena berat timbangan pahala disisi Allah sesuai dengan kadar kesulitan yang dihadapi. Maka kenalilah jalan dakwah ini dengan baik agar semua dinamika dakwah yang dihadapi dapat dipahami sebagai sebuah konsekuensi yang melekat. Dengan begitu langkah kita akan semakin ringan untuk menuntaskan perjalanan dakwah ini.
Orang Lain butuh Tadhliyyah Kita
            Sadarilah, jika kita adalah agen penggerak (kader) dakwah. Jika kita sudah diberi hidayah dan petujuk dari Allah SWT untuk ditempatkan pada jalan dakwah ini yang perlu kita lakukan adalah bertadhliyyah (berkorban) demi dakwah ini dari waktu,  harta, dan jiwa. Karena tidak mungkin ketika kita yang sudah dipilih Allah untuk menyebarkan segala kebaikan-kebaikan dan segala kebenaran-kebenaran menjadi diam dan bersikap pasif.
             Apakah diamnya kita  berharap orang yang tidak mengerti islam diluar sana yang menyampaikan apa yang kita ketahui, apakah  pasifnya kita berharap orang yang tidak pernah belajar tentang islam menyampaikan apa yang kita pelajari, dan apakah diam dan pasifnya kita berharap orang yang setengah hati dalam dakwah menyampaikan apa yang kita ketahui dan pelajari dengan sepenuh hati selama ini. Jika kita dalami lagi pertanyaan diatas maka tak perlu lagi ada alasan kita untuk santai dan bercanda tawa dengan sesama selama masih ada orang yang diluar sana dalam hati kecilnya menjerit dan meminta tolong untuk ditunjukkan jalan yang lurus lagi benar.
            Maka  sungguh tak perlu lagi perkataan capek dan tak perlu juga kata lelah untuk merelakan waktu istirahat kita, waktu libur kita dan waktu santai kita. Karena kita sendiri yang memilih jalan dakwah ini, dan beruntungnya kita adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah sebagai pewaris jalan para Nabi.
Tadhliyyah Waktu
            Apakah kita masih ingat dengan kisah perjuangan dakwah Nabi Nuh a.s.? Beliau telah menghabiskan Sembilan ratus tahun lebih masa hidupnya dalam perjuangan dakwah yang tak kenal henti. Bayangkan saja Sembilan Ratus tahun bukanlah waktu yang singkat dan cepat bahkan itu adalah waktu yang sangat panjang dan sangat lama. Beliau menghabiskan waktu dan umurnya hanya untuk menghadapi kaum yang sangat bebal, pembangkang dan ingkar. Setiap hari berinteraksi dan bergaul dengan mereka dan akhirnya hanya mendapatkan 12 orang pengikut.
Tadhliyyah Harta
            Siapa yang tak kenal Abdurrahman bin ‘Auf yang merupakan salah satu dari sepuluh sahabat Nabi SAW yang dijamin masuk surge oleh Allah. Beliau dikenal dengan pengusaha yang ulet dan tekun. Bahkan kekayaan beliau dikatakan melebihi kekayaan seluruh sahabat jika dihimpunkan seluruhnya. Pada suatu hari beliau mendapat kabar dari Aisyah r.a  bahwa Rasulullah SAW berkata jika dirinya akan memasuki surga Allah dengan keadaan merangkak. Seketika Abdurrahman bin ‘Auf berkata bahwa dia ingin memasuki surga Allah dengan keadaan berdiri. Maka langsung secara tanggap Abdurrahman bin ‘Auf pada setiap kesempatan yang ada ketika berperang maupun tidak, menjadi orang yang paling banyak  dan paling cepat dalam menyedekahkan haratnya dijalan Allah. Pada suatu peperangan Abdurrahaman menyedekahkan seluruh hartanya untuk kaum muslim. Hingga Umar bin Khattab berbisik pada Rasulullah, “ Sesungguhnya jika Abdurrahman bin ‘Auf tidak menyisakan apapun bagi keluarganya dia akan berdosa.” lalu Rasulullah SAW bertanya pada Abdurrahman bin ‘Auf ,” Apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu wahai sahabatku ??” Abdurrahman bin ’Auf pun menjawab,” Sesungguhnya aku telah meninggalkan sesuatu yang lebih besar dan banyak dari apa yang aku berikan kepada kaum muslim saat ini. Yaitu janji Allah dan Rasul-Nya kepada orang yang memenuhi kebutuhan orang lain ”  Seketika setelah kejadian tersebut harta dari Abdurrahman bin ‘Aur bagaikan air yang mengalir deras, bertambah banyak dan semakin banyak.


Tadhliyyah Jiwa
            Khalid bin Walid adalah salah satu sosok sahabat Rasulullah yang bertadhliyyah dengan jiwa, bagaimana tidak beliau yang sebelumnya dikenal dengan panglima perang kaum musyrik yang paling ditakuti dan membahayakan kaum muslim namun pada saat mendapat kan hidayah dan petunjuk dari Allah beliau dipercaya oleh Rasulullah SAW sebagai panglima perang utama kaum muslim untuk menghadapi kaum musyrik dalam beberapa perang besar.
            Pengorbanannya sangat jelas ketika memimpin perang dan dibuktikan dengan menangnya kaum muslim dalam peperangan penting dan besar. Sehingga pada suatu  waktu beliau pun pernah berkata bahwa ingin sekali mati syahid dalam keadaan berkecamuknya peperang menghadapi kaum musyrik, namun Allah memiliki menghendaki lain. Beliau Allah mati syahidkan bukan dalam keadaan berperang tetapi dengan cara yang lebih tenang yaitu dalam keadaan sakit. Subhannallah..



Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barang siapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran hendaklah ia mengubah dengan tangannya; jika tidak mampu, maka dengan lisannya; jika ia masih tidak mampu, maka dengan hatinya dan itu adalah selemah-lemahnya  iman”       (HR. Muslim)

Lebah Madu Edisi II

Diposting oleh Knisa Nurimanita di 20.54 0 komentar

Tetaplah IstiqomaH Dimanapun Berada!!!


Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah”mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.” (QS. Fushilat: 30)


        Setiap muslim yang telah berikrar bahwa Allah Rabbnya, Islam agamanya dan Muhammad rasulnya, ia harus senantiasa memahami arti ikrar ini dan mampu merealisasikan nilai-nilainya dalam realitas kehidupannya. Setiap dimensi kehidupannya harus terwarnai dengan nilai-nilai tersebut baik dalam kondisi aman maupun terancam. Namun dalam realitas kehidupan dan fenomena ummat, kita menyadari bahwa tidak setiap orang yang memiliki pemahaman yang baik tentang Islam mampu mengimplementasikan dalam seluruh kisi-kisi kehidupannya. Dan orang yang mampu mengimplementasikannya belum tentu bisa bertahan sesuai yang diharapkan Islam, yaitu komitmen dan istiqamah dalam memegang ajarannya dalam sepanjang perjalanan hidupnya.
      Istiqamah adalah anonim dari thughyan (penyimpangan atau melampaui batas). Ia bisa berarti berdiri tegak di suatu tempat tanpa pernah bergeser, karena akar kata istiqomah dari kata “qaama” yang berarti berdiri. Maka secara etimologi, istiqamah berarti tegak lurus. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, istiqamah diartikan sebagai sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen.
Secara terminology, istiqomah bisa diartikan dengan beberapa pengertian berikut ini;
     


- Abu Bakar Shiddiq raditanya tentang istiqamah ia menjawab; bahwa istiqamah adalah kemurnian tauhid (tidak boleh menyekutukan Allah dengan apa dan siapapun)
- Umar bin Khattab r.a. berkata: “Istiqamah adalah komitment terhadap perintah dan larangan dan tidak boleh menipu sebagaimana tipu musang”
- Utsman bin Affan ra berkata: “Istiqamah adalah mengikhlaskan amal kepada Allah swt”
- Ali bin Abu Thalib ra berkata: “Istiqamah adalah melaksanakan kewajiban-kewajiban”
-Bashri berkata: “Istiqamah adalah melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksitan”
-Mujahid berkata: “Istiqamah adalah komitmen terhadap syahadat tauhid sampai bertemu dengan Allah swt”
-Taimiah berkata: “Mereka beristiqamah dalam mencintai dan beribadah kepaada-Nya tanpa menengok kiri kanan”
            Jadi muslim yang beristiqamah adalah muslim yang selalu mempertahankan keimanan dan aqidahnya dalam situasi dan kondisi apapun, baik di bulan Ramadhan maupun di bulan lainnya. Ia bak batu karang yang tegar mengahadapi gempuran ombak-ombak yang datang silih berganti. Ia tidak mudah lemah atau mengalami futur dan degredasi dalam perjalanan hidupnya. Ia senantiasa sabar dalam memegang teguh tali keimanan. Dari hari ke hari semakin mempesona dengan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan Islam. Ia senantiasa menebar pesona Islam baik dalam ruang kepribadiannya, kehidupan keluarga, kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Itulah cahaya yang selalu menjadi pelita kehidupan. Itulah manusia muslim yang sesungguhnya, selalu istiqomah dalam sepanjang jalan kehidupan.
            Allah berfirman; “Dan apakah orang yang sudah mati (hatinya karena kekufuran) kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.” (Al-An’am:122)
“Maka tetaplah (istiqamahlah) kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”(Hud:112)
Tips Istiqamah
            Kesucian dan ketakwaan yang ada dalam jiwa harus senantiasa dipertahankan oleh setiap muslim. Hal ini disebabkan kesucian dan ketakwaan ini bisa mengalami pelarutan, atau bahkan hilang sama sekali. Namun, ada beberapa tips yang membuat seorang muslim bisa mempertahankan nilai ketakwaan dalam jiwanya, bahkan mampu meningkatkan kualitasnya. Tips tersebut adalah sebagai berikut;
Muraqabah adalah perasaan seorang hamba akan kontrol illahi dan kedekatan dirinya kepada Allah. Hal ini diimplementasikan dengan mentaati seluruh perintah Allah dan menjauhi seluruh larangan-Nya, serta memiliki rasa malu dan takut, apabila menjalankan hidup tidak sesuai dengan syariat-Nya.
Mu’ahadah yang dimaksud di sini adalah iltizamnya seorang atas nilai-nilai kebenaran Islam. Hal ini dilakukan kerena ia telah berafiliasi dengannya dan berikrar di hadapan Allah SWT.
Muhasabah adalah usaha seorang hamba untuk melakukan perhitungan dan evaluasi atas perbuatannya, baik sebelum maupun sesudah melakukannya.
Mu’aqabah adalah pemberian sanksi oleh seseorang muslim terhadap dirinya sendiri atas keteledoran yang dilakukannya.
Mujahadah adalah optimalisasi dalam beribadah dan mengimplementasikan seluruh nilai-nilai Islam dalam kehidupan.“Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu  dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.Dan ber-  
 
    “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan : “ Tuhan kami ialah
Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.”(Al-Ahqaf:13-14)


Didedikasikan untuk segenap Aktivis Da’wah LDKm MD’U dimanapun berada…
jihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenarbenarnya…”(Al-Hajj: 77-78)
            Bersyukurlah saudariku ketika dirimu di takdirkan mendapat tempat yang kondusif (dekat dengan nilai-nilai Islam). Tapi untuk saudaraku yang di takdirkan di lingkungan yang kurang kondusif jadikan itu ladang amal buat kalian. Jadilah seekor ikan yang berada di lautan, walaupun gelombang selalu mengombang ambingmu tapi kamu tetap tegar dan bertahan. Syukuri dan jangan sesali, memang berat rasanya tapi insya Allah semua itu ada hikmahnya. Allah tidak akan menguji suatu kaum diluar kemampuan kaum-Nya..
            Semoga Allah SWT menjadikan kita semua hamba-hamba-Nya yang senantiasa istiqomah, menjadi model-model muslim ideal dan akhirnya kita dijanjikan surga-Nya.
Amin Allahumma Amin...



Pages

Recent Posts

Labels

Pengikut