peringatan hari AIDS

Diposting oleh LDKm di 19.30 0 komentar

LDKm MD'U menolak Kondomisasi,

Untuk Jilbab polwan lama, untuk kondom cepat. ada apa dengan dunia ini. semoga menkesnya sadar dan rakyat sadar akan bahaya sex bebas.



Menuju Indonesia Madani

Pemuda dan Dakwah

Diposting oleh Knisa Nurimanita di 11.15 0 komentar

Kuliah Umum Pemuda dan Dakwah oleh Syeikh Wallid Sayyid

Sebagai pemuda Islam yang berjuang di jalan dakwah Islamiyah, haruslah kita benar-benar memahami betapa indahnya nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Bentuk pensyukuran diri terhadap Allah harus senantiasa kita lakukan.
Adapun bentuk pensyukuran nikmat diantaranya:
1.       Mengenali atau memahami nikmat Islam tersebut.
2.       Bekerja atau beramal dan menyampaikan nikmat Iman dan Islam.
Karena sesungguhnya nikmat Iman dan nikmat Islam merupakan sebuah karunia yang luar biasa.
3.       Kesinambungan syukur (Keistiqomahan).
Kenapa istiqomah sangat penting? Allah memberikan nikmat Islam kepada kita adalah hadiah yang harus kita jaga. Allah berhak memberikan nikmat tersebut kepada siapapun. Dan Allah berhak mencabutnya dari siapapun (Naudzubillahimin dzalik).

Terdapat pula beberapa hal yang dapat mempertahankan nikmat tersebut:
1.       Hati-hati dengan dunia
Maksud kalimat di atas yaitu mengenai penyakit al-wahn (kelemahan jiwa). Penyakit al-wahn adalah hubbud dunya wa karohiyatul maut yaitu cinta dunia dan takut mati. Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.”
Begitulah indicator orang yang bertaqwa,  sudahkah kita termasuk di dalamnya?
2.       Bersandar kembali kepada Allah
Rasullah dalam setiap peperangan selalu menyusun rencana-rencana guna memenangkan Islam. Begitu pula yang mungkin saat ini sedang kita lakukan, menyusun proker, syuro berganti dan rencana-rencana lainnya. Namun ingatlah selalu bahwa setiap kemenangan adalah atas izin Allah (Nasrullah atau Pertolongan Allah). Tak ada satupun yang terlewat dari pertolongan-Nya. Jangan sampai kita menjadi sombong yang membuat hati kita menjadi sempit. Serta selalu ikhlaslah dalam melakukan seluruh tindakan hanya untuk Allah semata. Karena Allah melihat hati yang ikhlas karena pandangan Allah jatuh pada hati yang Ikhlas.
3.       Ukhuwah
Ukhuwah yakni persaudaraan. Persaudaraan inilah yang harus kita jaga.
Rasulullah bersabda:
Dari Abu Musa Al Asy’ari ra. dari Nabi Muhammad saw bersabda: “Orang mukmin itu bagi mukmin lainnya seperti bangunan, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain. Kemudian Nabi Muhammad menggabungkan jari-jari tangannya. Ketika itu Nabi Muhammad duduk, tiba-tiba datang seorang lelaki meminta bantuan. Nabi hadapkan wajahnya kepada kami dan bersabda: Tolonglah dia, maka kamu akan mendapatkan pahala. Dan Allah menetapkan lewat lisan Nabi-Nya apa yang dikehendaki.” Imam Bukhari, Muslim, dan An Nasa’i.
Sebagai aktivis dakwah, kita tidak boleh seperti lilin, yang hanya menerangi di sekitarnya namun tak peduli kepada dirinya sendiri.

*Wallalhu a`lam bissawab

Proud To Be HIjabers

Diposting oleh Knisa Nurimanita di 06.15 2 komentar



Nuhibbuka Ya Rasulullah

Diposting oleh LDKm di 07.48 0 komentar

Rasulullah dalam mengenangmu,
kami susuri lembaran sirahmu,
pahit getir perjuaanganmu,
membawa cahaya kebenaran…
Engkau taburkan pengorbananmu,
untuk umatmu yang tercinta,
biar terpaksa tempuh derita
cekalnya hatimu menempuh ranjaunya…

:::Rasulullah-Nazrey Johani):::

Hikmah dari momentum maulid nabi muhammad SAW ialah sebagai berikut :

Pertama, meneguhkan kembali kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Bagi seorang mukmin, kecintaan terhadap Rasulullah SAW. adalah sebuah keniscayaan, sebagai konsekuensi dari keimanan. Kecintaan pada utusan Allah ini harus berada di atas segalanya, melebihi kecintaan pada anak dan isteri, kecintaan terhadap harta, kedudukannya, bahkan kecintaannya terhadap dirinya sendiri. Rasulullah bersabda,
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ – رواه البخاري
Tidaklah sempurna iman salah seorang dari kalian hingga aku lebih dicintainya daripada orangtua dan anaknya. (HR. Bukhari).


Kedua, meneladani perilaku dan perbuatan mulia Rasulullah SAW. dalam 


setiap gerak kehidupan kita.
 Allah SWT. bersabda :
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ اْلآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا – الأحزاب 21
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al-Ahzab: 21)
Kita tanamkan keteladanan Rasul ini dalam keseharian kita, mulai hal terkecil, hingga paling besar, mulai kehidupan duniawi, hingga urusan akhirat. Tanamkan pula keteladanan terhadap Rasul ini pada putra-putri kita, melalui kisah-kisah sebelum tidur misalnya. Sehingga mereka tidak menjadi pemuja dan pengidola figur publik berakhlak rusak yang mereka tonton melalui acara televisi.

Ketiga, melestarikan ajaran dan misi perjuangan Rasulullah, dan juga para Nabi.

 Sesaat sebelum menghembuskan nafas terakhir, Rasul meninggalkan pesan pada umat yang amat dicintainya ini. Beliau bersabda :
تَرَكْت فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ صلى الله عليه وسلم – رواه مالك
“Aku tinggalkan pada kalian dua hal, kalian tidak akan tersesat dengannya, yakni Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya sallallahu alaihi wa sallam” (HR. Malik).
Rasul juga mewariskan misi perjuangan kepada generasi penerus beliau, yakni para ulama’ dari masa ke masa. Mereka, para ulama’ adalah pewaris para Nabi. Rasulullah SAW. bersabda :
وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ إنَّ اْلأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلاَ دِرْهَمًا وَإِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ أَوْفَرَ – رواه أبو داود والترمذي وابن حبان
Sesungguhnya ulama’ adalah pewaris para nabi. Para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, akan tetapi ilmu. Barangsiapa mengambilnya, maka ia mengambilnya dengan bagian sempurna. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibn Hibban).

*wallalhu a`lam bissawab

COOMING SOON

Diposting oleh Knisa Nurimanita di 08.33 0 komentar



:::::::::::: COMING SOON ::::::::::::

LDKm MD’U Present:

“Training Pendidikan Menghadirkan Executive Director Kualita Pendidikan Indonesia-KPI
(Shobikhul Qisom, M.Pd)”

Dengan Tema : Guru Profesional, Pendidikan Bermoral, Siswa Berintelektual


 So, ikuti terus info selanjutnya.. Jangan sampai Ketinggalan..

Pages

Recent Posts

Labels

Pengikut