Milad LDKm'MDU

Diposting oleh Agung di 17.50 0 komentar

halo sahabat, kali ini LDKm'MDU ngadain acara nih. hmm.. terkait miladnya MDU, kegiatan kali ini dipanitiai oleh peserta magang LDKm'MDU periode  2010-2011 (hmm... wajah-wajah  seger dan ide-ide cemerlang nih). Nah dalam milad LDKm'MDU kali ini akan diadakan 3 kegiataan, yaitu sebagai berikut:
1. Bakti Sosial (22 Februari-  4 Maret 2011)

2. Training Motivation ( 5 Maret 2011) 

2.FBans with MDU- FKIP Bersih dan Sehat bareng MDU (6 Maret 2011)


Ikutan ya!!! ga bakalan Nyesel deh... 



Agenda Telah Berjalan

Maafkanlah

Diposting oleh Agung di 10.29 0 komentar

“Aku mema’afkanmu”.

Ini teramat mudah diucapkan di ujung bibir, namun sangat susah dikukuhkan dalam hati. Sulit sekali memaafkan orang yang telah menzalimi kita. Bahkan kadang-kadang kita malah ingin melihat orang itu merasakan hal yang sama. Astaghfirullah, apakah kita pernah seperti itu? Jika pernah, sekali-kali jangan pernah terulangi lagi dan jangan pula mendoakan hal yang buruk padanya. Goresan luka memang meninggalkan bekas, akan tetapi bukankah sakitnya cuma sebentar? Apa keuntungan yang kita peroleh dengan mengungkit-ungkit kesalahan yang telah berlalu?

Ali bin Abi Thalib r.a. yang gagah berani, sepupu Rasulullah SAW yang tangguh bagai singa dalam peperangan ini ternyata memiliki hati yang lembut dan sangat pemaaf. Ketika Abdurrahman bin Muljam -yang menyebabkan kepalanya luka parah dan akhirnya menghantarkannya ke ajal- berhasil ditangkap dan dihadapkan kepadanya, Ali melihat dendam dan kebencian di mata Hasan dan Husain r.a., kedua putranya serta karib kerabatnya. Tahukah kita apa yang diucapkannya saat itu,

“Perlakukanlah ia dengan sebaik-baiknya. Hormati martabatnya sebagai manusia. Kalau aku masih hidup, maka akulah yang lebih berhak atasnya. Apakah akan menuntut qishash atau memaafkannya. Dan kalau aku mati, maka biarkanlah ia menemaniku, untuk kuhadapi di hadapan pengadilan Rabbul ‘Alamin. Janganlah kalian membunuh selainnya karena menuntut balas atas kematianku. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”

Sekarang marilah kita kenang hari pembebasan Makkah. Setelah kaum kafir Quraisy melanggar Perjanjian Hudaibiyah, tidak ada alasan lagi untuk menahan Rasulullah dan pasukan Muslimin menduduki Makkah. Penduduk Mekkah kala itu dirundung ketakutan yang teramat sangat mengingat apa yang telah mereka lakukan terhadap Rasulullah. Bukankah mereka yang selama ini menganggapnya orang gila dan telah menghasut orang-orang untuk memusuhinya? Bukankah mereka yang mengejeknya, melempari dengan batu dan kotoran unta? Bukankah mereka yang telah memboikot dia dan keluarganya, Bani Hasyim yang dianggap membangkang dari agama leluhur? Bukankah mereka pernah melakukan percobaan pembunuhan terhadapnya? Dan bukankah mereka juga yang telah mengusirnya dari kota kelahirannya ini? Mereka pernah menggempurnya habis-habisan dalam berbagai peperangan. Dan di antara mereka juga ada dalang pembunuhan dan penganiayaan keji atas pamannya, Hamzah bin Abdul Muthalib.

Rasanya tak ada lagi alasan untuk membela diri. Sekarang, nyawa mereka terletak pada keputusan dan wewenang Muhammad SAW putra Abdullah atas ribuan balatentara yang bersenjatakan lengkap dan siap meluluhlantakkan Makkah. Mari kita dengar keputusan itu,
“Pergilah kamu sekalian! Kamu sekarang sudah bebas!”

Dibebaskan? Bukan itu saja! Rasulullah juga melarang keras pasukannya berbuat semena-mena terhadap penduduk Makkah walaupun di antara mereka ada yang menyimpan rasa sakit hati terhadap perlakuan orang Makkah dahulu.

Subhanallah! Betapa mudahnya orang-orang ini membuka pintu maaf. Ali bukanlah malaikat. Rasulullah, walaupun diberi beberapa keistimewaan oleh Allah SWT pada dasarnya tetap manusia biasa. Seperti kita, mereka juga punya amarah. Betapa mudah sebetulnya Ali menyuruh Hasan atau Husain r.a. untuk mendera Ibnu Muljam dengan derita. Toh, Ibnu Muljam juga mengaku ingin menghabisinya. Melihat kebencian yang membara di mata anak-anak dan teman-temannya, suami Fathimah r.a. ini sudah membayangkan bagaimana nasib Ibnu Muljam seandainya dia meninggal nanti. Maka timbullah keinginan untuk melindungi pembunuhnya itu dari qishash yang bisa saja berlebihan dan menyimpang dari ajaran agama Islam.

Kita tentu pernah membaca cerita tentang guru sekolah yang menyuruh murid-muridnya membawa kentang sebanyak orang yang mereka benci. Selama seminggu, kentang-kentang itu harus dibawa ke manapun mereka pergi, bahkan juga ke toilet. Hari berganti hari kentang-kentang pun mulai membusuk. Murid-murid mulai mengeluh, selain berat, baunya juga tidak sedap. Pada hari ke-7, murid-murid tersebut merasa lega karena penderitaan mereka bisa berakhir.

Suasana hati kita bisa dianalogikan dengan cerita tentang di atas. Jika hati tidak dibersihkan dari kebencian, kita tidak akan bisa menjalani hidup dengan tentram dan selalu merasa ada beban yang menghimpit. Air susu memang tidak boleh dibalas dengan air tuba. Air tuba pun jangan sampai dibalas dengan air tuba, akan lebih baik dibalas dengan air susu. Betapa indahnya hidup ini tanpa ada perasaan dendam dan benci yang menyelinap di dalam hati.

Tak ada gading yang tak retak. Tak ada manusia yang luput dari satu kesalahan pun. Jika kita disakiti, anggaplah itu sebagai ujian kesabaran dari Allah yang akan mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi. Terimalah permintaan maaf itu dengan keikhlasan yang bermuara pada Allah semata. Allah Maha Adil pada ciptaan-Nya dan tentu membalas semua perbuatan baik kita dengan balasan yang setimpal. Bukankah kita menginginkan ridha-Nya sebagai balasan itu? Adakah yang lebih membahagiakan dibandingkan memperoleh ridha Allah?

“Maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, pahalanya atas (tanggungan) Allah.” (Asy-Syura: 40)
Teman, apakah kita masih membawa ‘kentang busuk’ hari ini? Lebih baik dibuang saja.
Maafkanlah…

Sekilas tentang LDKm'MDU

Diposting oleh Agung di 09.48 0 komentar

Berawal dari adanya kesadaran mahasiswa muslim yang menginginkan suatu wadah berkumpul dan berkoordinasi bagi mahasiswa muslim yang mempunyai kepedulian terhadap perkembangan mahasiswa Islam sehingga dapat memberikan nuansa islami di lingkungan kampus.Maka pada tahun 1999 berdirilah sebuah lembaga dengan nama Forum Musyawarah Mahasiswa Muslim (FM3) dengan ketuanya adalah Nurul Wahyudi (F’99) ini merupakan cikal bakal berdirinya Mushalla di lingkungan FKIP Unmul.
FM3 bertujuan sebagai wadah untuk berkordinasi dan menjalin komunikasi mahasiswa muslim di FKIP Unmul dalam menjalankan aktufitas dan mengembangkan kreatifitas yang bernuansa Islam. Salah satu program dari FM3 adalah mengusahakan berdirinya atau tersedianya tempat beribadah mahasiswa muslim (Mushalla).
Alhamdulillah, akhirnya pada tahun 1999 berdirilah Mushalla yang berlokasi dikampus P.MIPA FKIP Unmul yang diberi nama “Mushalla Darul ‘Uum” yang artinya adalah “Istana Ilmu/Pengetahuaan”. Pada tahun 2000 dibentuk kepengurusan Mushalla yang nempunyai tugas untuk menyusun Pedoman Umum (PU), Pedoman Khusus (PK), dan Pedoman Keputrian serta Garis-Garis Besar Pedoman Kerja MD’U. Dan kedudukan MD’U adalah dibawah FM3 dalam bentuk divisi.
Pada tanggal 17 Februari 2001, MD’U mengadakan Musyawarah Besar yang pertama kalinya dengan tujuan membentuk kepengurusan. Mulai saat itulah MD’U resmi berdiri di lingkungan FKIP Unmul dan FM3 dibubarkan karena seluruh kegiatan keislaman langsung dibawahi oleh Mushalla.
Mahasiswa yang pertama kali diamanahi sebagai ketua Mushalla saat itu adalah Ahmadong (K’99). Untuk periode selanjutnya secara berturut-turut adalah Supriyadin (K’99), Khairul Bashori (M’99), Fendi Nurdianto (M’00), Hadi Krismanto (F’01), Mashudi (B’02). Pada tahun 2006, Mushalla Darul ‘Ulum menjadi suatu Lembaga Da’wah Mushalla Darul ‘Ulum yang diketuai oleh S. Kaharuddin A (K’03) selanjutnya oleh Dedy Salman (M’04) , oleh Adi Siswanto (F'04), oleh Subrahman (K'06), oleh Ali Yusni (B'07), dan sekarang percepatan ketua dari angkatan 2009, Anwaril Hamidy (M'09).

Bisik Cinta untuk Bidadari

Diposting oleh Agung di 09.23 0 komentar

Kota SAMARINDA seakan membara. Teriknya matahari seakan membakar kota tepian ini. Hembusan angin disertai debu jalanan yang bergulung-gulung menambah panas tengah hari itu. Di sudut kampus seorang gadis di salah satu Fakultas di Universitas Mulawarman sedang menuju mobilnya yang terpakir di halaman depan kampus.

Gadis ini bernama Luthfiana Syifa. Seorang gadis yang memiliki paras cantik. Wajahnya putih mempesona,innerbeuty terpancar jelas ketika ia tersenyum. Walaupun terkena sinar matahari,wajahnya tetap menebarkan keindahan.

Langkahnya semakin dekat dengan tempat parkir. Semilir angin bertiup dari timur menggoyangkan ujung jilbab pinknya. Jilbab model terkini dengan hiasan pada setiap sisinya,busana muslim berwarna pink juga rok yang ia kenakan menambah cantik penampilannya. Walaupun jilbab yang dipakai belum menutup dada. Tiba-tiba dari arah belakang, sayup‐sayup telinganya menangkap suara.

“Syifa,tunggu!”

“Kenapa Lya??” Tanya Syifa sambil membalikkan badan. Ia lalu melangkah.

“Hari ini ada kajian khusus muslimah di Mushola,kamu mau datang?” Pinta Lya dengan semangat.

“Maaf Lya,aku belum bisa datang! Hari ini aku mau ke Hotel ada meeting penting”

Luthfiana Syifa seorang pewaris tunggal kekayaan orang tuanya. Ayahnya adalah pemilik salah satu hotel ternama di Samarinda. Dua bulan setelah peninggalan ayahnya,dia harus sibuk menggantikan kedudukan ayahnya di hotel. Mengurus hotel dan segala administrasinya. Sedangkan ibunya adalah seorang dosen,yang juga sibuk dengan urusan mengajarnya. Oleh karena itu,Syifa yang harus banting tulang mengurus hotel. Dia tidak pernah sempat mengikuti kajian-kajian atau ta’lim di kampus. Sebenarnya gadis ini lembut hatinya,ia mudah sekali menerima kebenaran.

Segera setelah pembicarannya dengan Lya. Dia langsung melaju bersama mobilnya menuju hotel. Masih di seputar jalan kampus. Tiba-tiba mobilnya berhenti. Ban mobil Syifa kempes. Dia ingat di bagasi mobil ada ban serep,tapi tidak mengerti bagaimana cara memasangkannya. Dengan hati cemas Syifa turun dari mobil. Kepalanya menoleh kiri dan kanan,matanya sibuk mencari orang yang dapat membantunya. Suasana jalan kampus saat itu sangat sepi. Tiba-tiba dari kejauhan ia melihat sosok pemuda mengendarai sepeda. Perlahan sepeda itu berhenti.

“Assalamu’alaikum…ada apa ukhti?”

Dengan wajah sedikit kaget,karena sebulumnya ia tidak pernah dipanggil dengan sebutan ukhti. Gadis berparas cantik ini menceritakan masalah mobilnya kepada pemuda tersebut. Pemuda sangat sederhana,kulitnya kuning langsat, postur tubuhnya sedang,dan wajahnya tampan,serta ada sedikit ramput pada dagunya. Sifat penolong kepada sesamalah yang membuat pemuda itu menolong Syifa.

Akhirnya selesai juga pemuda itu memasang ban serep.

“Terima kasih ya mas!” Ucap gadis itu dengan hati penuh syukur.

Pemuda itu kemudian bangkit dan mengangkat mukanya. Tatkala dua mata bening syifa menatap wajah pemuda tersebut. Saat itu juga mata pemuda yang penuh kedermawanan ini menatap wajah putih bersih mempesona. Hatinya bergetar.Seluruh anggota badannya terasa dingin Inilah untuk pertama kalinya ia menatap wajah gadis cantik dari jarak yang sangat dekat.Dia seperti melihat Bidadari. Beberapa detik lamanya dua mata itu beradu pandang. Sang pemuda terpesona oleh kacantikan gadis tersebut. Sementara gelegar hati syifa tak kalah hebatnya. Gadis itu tersenyum. Pemuda tadi sadar,cepat-cepat ia menundukkan kepala.

“Astagfirullah” gumannya dalam hati

Dengan sigap pemuda tadi lansung mengendari sepedanya dan melanjutkan perjalanan. Belum sempat syifa bertanya siapa namanya,pemuda itu langsung hilang dari pandangan matanya. Syifa terdiam lamanya. Hatinya kecewa. Di dalam mobil ia terus memikirkan tentang pemuda tampan tadi. Hatinya terus bertanya; siapa pemuda itu? Dia kuliah di Fakultas apa?Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang terus menggantung dalam dinding hatinya.

Setelah kejadian itu hati Syifa terasa gundah. Ia tidak pernah berhenti memikirkan wajah tampan pemuda itu.

***

Sementara itu pemuda bernama Ilham Pradana terus larut dalam aktivitas dakwah dan kuliahnya. Pernah terbesit wajah jelita gadis yang pernah ia tolong tempo hari. Tapi ia cepat mengusik bayangan indah gadis itu. Sebagai aktivis dakwah kampus,banyak kegiatan yang harus ia perjuangkan guna amanah dakwah.

Suatu ketika ia diundang dalam tablig akbar bertema “menjadi muslim dirindu surga,siapa takut!.” Sebagai seorang moderator. Pengalamanya sebagai aktivis dakwah dan kecakapannya dalam berbicara membawanya pada amanah menjadi moderator di acara tablig akbar yang akan digelar dua hari mendatang.

***

Dua hari kemudian. Di sudut kelas tampak gadis berparas cantik,Syifa,sedang di kelilingi dua laki-laki yang lagi PDKT padanya . Tuhan telah menciptakan wajah yang begitu sempurna,membuatnya selalu menjadi pusat perhatian. Tetapi Syifa tak pernah menghiraukan perhatian teman laki-lakinya itu. Dalam pikirannya hanya ada satu laki-laki yaitu pemuda yang telah menolongnya saat itu.

Tampak seorang akhwat dengan jilbab besarnya menghampiri Syifa.

“Syifa hari ini ada tablig akbar temanya “Menjadi Muslim Dirindu Surga,Siapa Takut”,mau datang kan??” dengan wajah memelas Lya menyampaikan undangan itu. Syifa terdiam lamanya. Lya terus berdo’a dalam hatinya berharap Allah akan menberikan hidayah pada temannya satu ini.

“Boleh deh! Hari ini aku juga gak ada agenda koq”

“Alhamdulillah,jam 13.00 ya,di aula kampus kita!” Kata Lya dengan penuh kegembiraan.

***

“Kita panggil moderator,Ilham Perdana dan narasumber Ustadz Ibrahim”. Seru pembawa acara tablig akbar sambil mempersilahkan narasumber dan moderator duduk di atas podium.

Plok..plok..plok suara tepuk tangan seketika bergemuruh di ruang aula. Syifa dan temannya Lya duduk di barisan pertama.Tak ayal pandangan syifa tertuju pada podium. Seketika hatinya gergetar hebat. Pemuda yang selama ini ia pikirkan,ia harap kehadirannya. Sekarang ada di depan matanya. Seketika hatinya merasakan aliran kesejukan dan kegembiraan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Hatinya bertanya.

“Inikah namanya cinta? Apa aku lagi jatuh cinta?” pertanyaan itu terus mnghantui pikirannya. Tatkala pembawa acara membacakan curiculum vitae moderator,gadis yang hatinya penuh dengan cinta ini dengan cepat mengambil catatan kecil. Ia menulis nama dan nomor Hp pemuda itu.

Lya yang berada disampingnya dibuat bingung dan kaget. Ia tidak pernah melihat Syifa dengan penuh obsesi mencatat data seorang laki-laki. Biasanya laki-lakilah yang ingin mengenalnya ataupun mendekatinya. Ia tidak berani menegur temannya itu. Ia hanya bisa tersenyum bingung.

Lalu acara tablig akbar dimulai,dengan dipandu moderator Ilham Perdana. Saat narasumber memaparkan materi. Suasana ruangan menjadi hening. Semua mata dan telinga sibuk memperhatikan penjelasan ustadz Ibrahim. Lain dengan Syifa perhatiannya pada acara hanya 35 % sisinya 65 %, ia gunakan untuk memperhatikan Ilham Perdana. Dari wajahnya,tutur katanya,bahkan sampai senyumanya. Baru kali ini ia merasakan cinta yang begitu hebat, Hatinya bagai badai di lautan,yang siap menghempas setiap kapal yang belayar di samudera asmara.

Acara tablig akbar pun selesai. Semua yang hadir segera meninggalkan ruangan. Mata Syifa terus mencari Ilham Perdana. Ingin sekali ia memperkenalkan diri dengan pemuda dambaannya. Tapi karena gengsi,keinginan itu ia urungkan.

***

Sejak pertemuannya dengan Ilham di tablig akbar ia tidak bisa menahan gelora di hatinya. Bayanganan Ilham masih jelas di pelupuk matanya. Aura kesederhanaan,kewibawaan Ilham terus mengakar pada relung-relung hatinya. Bayangan itu selalu muncul dalam shalat,dan apapun yang ia kerjakan. Pikirannya terus membayangkan menjadi pendamping Ilham,menjadi kekasihnya, dan keinginan menjadi istri yang shaleha. Tak lama ia ingat bahwa telah menyimpan nomor Hp Ilham. Seketika ia mengambil Hpnya dan mengirimkan pesan singkat kepada pemuda yang telah mencuri hatinya.

“Assalamu’alaikum,Ilham Perdana telah lama aku menunggu bisa berkenalan dengan mu. Sejak kau menolongku saat ban mobil ku kempes,dan setelah bertemu di tablig akbar. Aku telah menyimpan kekaguman yang begitu besar kepadamu,orang yang telah mencuri hatiku.Aku tidak bisa menepis bahwa kau adalah laki-laki yang tampan,sholeh,baik dan sederhana. Itulah yang menyebabkan kerinduan ini semakin tak tertahan. Embun-embun cinta itu semakin deras mengalir di syaraf dan otakku. Jika aku boleh mencintaimu,maka izinkan aku mengenalmu?. Wassalam (Luthfiana Syifa) ”

***

Pesan singkat dari Syifa itu langsung di terima Ilham pada telepon genggamnya. Setelah membaca isinya. Hati Ilham bergetar sangat hebat. Tiba-tiba air matanya mengalir deras. Terbayangan bagaimana pertemuannya dengan Syifa. Serta Pembicaraan semua laki-laki tentangnya. Seorang wanita yang menjadi idaman hampir semua laki-laki di kampus. Seorang wanita yang memiliki kecantikan begitu sempurna,kaya dan cerdas. Tak dipungkiri,jauh sebelum pertemuan itu Ilham telah menyimpan hasrat kepada wanita ciptaan tuhan satu ini.

Ingin sekali ia menyampaikan keingininan hatinya pada Syifa,tetapi ia takut perasaan ini akan membuatnya jauh dari cinta pada sang Pemilik Cinta. Dia takut terhanyut dalam samudera cinta yang semu. Ia juga belum siap menapakki jejak pernikahan Dengan mata berkaca-kaca Ilham menuliskan pesan singkat di Hpnya.

“Assalamu’alaikum.. Wanita yang dirindu surga. Bila engkau melihat keindahan dan kesempurnaan di dalam ini,hal itu bukan apa-apa melainkan pertanda dariNya. Makhluk yang indah hanyalah sekumpulan bunga dari taman Tuhan membentang luas. Jika engkau memiliki mata untuk melihat kesempurnaan ,maka engkau juga harus memiliki ketajaman untuk melihat apa yang engkau lihat adalah semata-mata bayangan cerminan paras wajahNya. Rupaku juga gambaran keindahan Tuhan . Tetapi engkau harus tahu bahwa sebuah lukisan akan pudar,bunga akan mati dan bayangan cermin akan pudar oleh Cahaya yang sebenarnya. Adalah Dia yang Nyata dan akan tetap demikian selamanya. Dalam hal ini,mengapa engkau membuang waktumu atas sesuatu yang ada disini hari ini namun besok akan sirna? Pergilah langsung menemui Sang Sumber ,jangan ditunda*.” *dikutip dari buku maha cinta

Setelah membaca pesan dari Ilham. Jiwa wanita yang sedang dalam gengamnya cinta ini,terasa teriris,tersayat oleh kata-kata yang tak pernah ia dapat dari laki-laki lain sebelumnya. Bukan karena kecewa ataupun marah,melainkan Syifa telah menemukan kebenaran cinta yang sangat berharga. Kemudia ia membalas sms untuk Ilham.

” Setelah memberiku rahasia,sekarang aku dapat melihat cahaya. Engkau telah menyibakkan selubung mataku yang buta. Sekarang karena aku telah dapat melihat Sang Kekasih,aku tidak dapat lagi mencintai yang lainnya kecuali Dia,dan aku tidak akan berhenti hingga aku menyatu denganNya. Andai setiap helai rambutku dapat memujimu dan berterima kasih karena telah menyadarkanku,itu hanya sebagian kecil dari utang rasa syukurku padamu*.” *Dikutip dari buku Maha Cinta

Sejak saat itu kehidupan Luthfiana Syifa berubah 180 derajat. Ia meninggalkan gaya hidup yang glamour. Ia menanggalkan pakaian kesombongan dengan pakaian kezuhudan. Membelakangi kepemilikan duniawi,mengabdikan hidupnya untuk Kekasih Agung.Setelah bisik cinta itu. Seakan ia menjadi bidadari dunia dengan sejuta cinta untuk Sang Pemilik cinta yang tak pernah kering walaupun air samudera mengering.

Harta peninggalan ayahnya ia pakai untuk kemaslahatan umat dan anak yatim piatu. Pakaian yang ia kenakan bukan lagi pakaian yang serba Fashion dan mahal,tetapi dengan pakaian yang tidak mengundang Syahwat,melindungi dirinya dari godaan laki-laki hidung belang. Yaitu pakaian ketaqwaan yang menutup aurat dan sesuai syariat islam.

Tips Belajar

Diposting oleh Agung di 09.17 0 komentar

(JUST FOR AKTIVIS....!!!)


Ujian telah tiba....Ujian telah tiba...Hore,Hore,Hore.....!!!

Keluarkan tas dan bukumu....

Hilangkan keluh kesahmu...

Ujian telah tiba....Ujian telah tiba... Hatiku gembira....!!!


Yak sontrek ini bakal jadi realita,atau bahkan jadi suatu ironi bagi diri kita...

Tidak terasa udah satu semester (kurang...) kita kuliah di Universitas tercinta (yak, ini bakal jadi ironi juga...), gak kerasa bentar lagi kita ujian....Udah jadi tradisi bagi mahasiswa FKIP pada umumnya kalo ujiannya bakal telat...

Meski udah telat, udah jadi tradisi mahasiswa pada umumnya juga kalo kita sukanya tuh yang mepet-mepet...Ngadain acara mepet-mepet, persiapan ujian mepet-mepet, keuangan mepet-mepet, duduk di angkot mepet-mepet, dan masih banyak lagi mepet-mepet lainnya....

Yah,,,saya pribadi pun maklum....mengingat kegiatan kita tidak hanya kuliah,tapi juga berorganisasi dalam rangka pengembangan diri....apalah artinya kuliah, tanpa organisasi....bagai sayur tanpa garam...ckckck...

Gak habis pikir ngeliat teman-teman yang hanya berkutat dengan kuliahnya saja tanpa berorganisasi....(hehe,,,Peace)

So, what should we do....?Apa yang akan kita lakukan??? (dubbing suara Dora)

Berikut adalah tips dalam rangka persiapan ujian semester:

1. Awali dengan niat yang baik.

Yak. innamal a'malu binniyaat...segala sesuatu tu tergantung pada niatnya...maka niatkanlah ujian kita pada semester ini berorientasi pada Allah swt. Dan tentunya berniat untuk tidak menyontek.

2. Let's make a plan....!!!

Udah niat yang baik, maka rencanakanlah....Tahukah anda bahwa kejahatan yang teroganisir dengan akan dengan mudah mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir dengan baik. So, let's make plan....

Merencanakan tentunya perlu memerhatikan dari kondisi riil kita dan tujuan kita. Sekarang liat tanggalan di rumah anda (kalo ada...). Wah ternyata udah tinggal 2 pekan lagi (shock....)...! Dan bahan-bahan kuliah pada beterbangan kemana-mana bak dragon ball yang menyebar di penjuru dunia (yak, ini berlebihan...)....! Tenang, jangan langsung pingsan...Anda sekarang sudah tahu kondisi riilnya. Maka rencanakan dalam satu pekan awal adalah waktu untuk mengumpulkan semua bahan-bahan kuliah yang tercecer. Dan pekan yang kedua anda sediakan waktu belajar secara maksimal. Ini hanya sebuah gambaran....silahkan berimprovisasi....

3. Konsisten dengan rencana

Yak inilah masalah,,,,diawal kita dengan penuh semangat membuat perencanaan yang luar biasa padatnya...NAmun seiring perjalanan waktu, anda akan mulai digerus dengan kebosanan. MAka bunuhlah (ckckck....) kebosanan dengan kembali me-refresh kembali niat anda dan sharing dengan teman-teman terdekat anda. Apalah artinya sebuah rencana kalo cuma hanya sebuah rencana tanpa pelaksanaan.

4. Matangkan lagi....!!!

Intens-kan lagi frekuensi belajar. MAkan yang cukup dan bergizi. Kalo bisa selama musim semester, kita lebih memerhatikan gizi kita. Jangan ampe kita gak bisa konsen belajar karena perut keroncongan atau sakit perut karena makan makanan basi (ckckck....anak kos yang sejati...). Perhatikan kesehatan anda, manjakan tubuh anda semaksimal mungkin sehingga akan terbentuk sebuah pola pikir bahwa musim semester adalah musim yang menyenangkan, dan kita pun tidak akan terpuruk dengan mimpi buruk ujian semester. Persiapkan segala perlengkapan yang diperlukan. jangan ampe anda kelimpungan gara-gara pulpen yang ilang atau macet. KAlo perlu beli pulpen satu kotak warna-warni (yak, ini juga berlebihan...). Dan yang lebih penting tingkatkan ibadah anda kepada Allah swt., berikan amal-amal anda yang terbaik, kalo perlu anda bernazar sehingga anda punya motivasi lebih.

5. Hore.....Ujian semester....!!! (Jeng-Jeng-Jeng.....)

Yak waktu yang 'dinanti-nanti' telah tiba...pakai pakaian terbaik anda dalam setiap ujian, ini secara tidak langsung akan membuat diri anda lebih ceria dan tenang dalam menghadapi ujian, sekaligus akan meng-'intimidasi' teman- teman anda. kerjakan soal dengan tenang. Jangan ampe anda terprovokasi oleh teman anda yang udah ngumpul duluan.Ini juga penting, Jangan NYONTEK...!!! Nyontek adalah akibat dari persiapan belajar yang gak maksimal dan bisa jadi inspirasi bagi orang lain untuk nyontek juga. Nah,loh....jadi dosa jariyah dong,ckckck....

6. Jangan tangisi kesalahan yang telah lalu (kayak lirik laguk ya....???)

Ujian udah dijalani. Udah jadi kebiasaan kita untuk mencocokkan lagi jawaban ujian kita dengan referensi yang ada atau sekeder berdiskusi dengan teman-teman yang berkompeten. Tentunya ada saja kesalahan yang terungkap ketika mengerjakan ujian dan ini akan jadi suatu penyesalan yang tak berujung (kayak nama sinetron....?), Maka sediakanlah sebuah buku evaluasi dimana setiap kesalahan anda dalam ujian anda tulis dalam buku itu sehingga beban penyesalan anda tidak akan terasa berat dan bisa menjadi evaluasi untuk ujian tahun depan (kalo ngulang, hehe....). Intinya, jangan tangisi kesalahan masa lalu,,,tatap masa depan dengan ceria,,,senantiasa berhusnuzhzhan pada Allah swt.,TAWAKKAL.....!!!


Yak, demikian tips-tips menjelang ujian semoga bermanfaat. DAn sekali-kali tips ini tidak akan berguna tanpa sebuah realisasi....Hidup MAhasiswa.....!!!! Wallahu a'lam bishshawwab.


Thanks for: Ustadz Sani bin Husein

Cerita Motivasi

Diposting oleh LDKm MDU di 23.20 0 komentar


Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya:

“Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?
Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi. Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana .
Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.


Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan:

“Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.”
Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.”
Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.


Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya:

“Mengapa engkau begitu santai?”
Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”
Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.

Pages

Recent Posts

Labels

Pengikut